Pupuhmaskumambang merupakan salah satu contoh pupuh dari 17 pupuh bahasa Sunda. Pupuh adalah puisi tradisional. Bukan hanya Sunda yang memiliki pupuh, pupuh juga dimiliki oleh Jawa dan Bali. Di dalam bahasa Sunda, terdapat tujuh belas jenis pupuh yang terbagi menjadi dua, yakni Sekar Ageung dan Sekar Alit. Adapun nama dari jenis BahasaIndonesia-nya kata: mijil (Bahasa Bali) Berikut terjemahan dari kata mijil: Bahasa Indonesia-nya kata mijil: keluar; nama pupuh; Terjemahan bahasa bali lainnya: miik: harum mihmih: sumbing pada bagian yang tajam (perang; dsb) Sebenarnyaada 14 pupuh yang ada di bali, akan tetapi hanya 10 yang populer dan yang diketahui oleh orang-orang, antara lain : pupuh sinom, pupuh ginada, pupuh durma, pupuh ginanti, pupuh maskumambang, pupuh mijil, pupuh pucung, pupuh semarandana, pupuh pangkur, pupuh dangdang, dan yang empat lagi adalah Pupuh Gambuh, Pupuh Demung, Maskumambang Pupuh Dandanggula, dan Pupuh Mijil. Pupuh yang dirangkai dalam sebuah cerita disebutgeguritan.Akan tetapi, Geguritan memang berbahasa Bali pada umumnya, tetapi tembang-tembang seperti Semarandhana, Dhurma, Sinom, Contoh Pupuh : Sekar Macepat : Sekar Macepat kalau di Bali merupakan gending bahasasastra dengan bahasa pada zamannya (Wellek dan Warren, 1995: 221). Stilistika sering dikaitkan dengan bahasa sastra meskipun kajian ini dapat ditujukan terhadap berbagai ragam penggunaan bahasa (Nurgiyantoro, 1994: 279). Adapun, Pradopo (2008: 264) mengartikan stilistika sebagai ilmu yang mempelajari gaya bahasa. Daringpangajaran Bahasa Sunda Pupuh Mijil nu boga watek sedih . Dina bahasan video pembelajaran ieu ngabahas nyieun pupuh Mijil tina guguritan heula ngartos Simpulan Kata ꦠꦽꦱ꧀ꦤ [tresnå] dalam bahasa Jawa merupakan serapan dari kata तृष्णा [tṛ́ṣṇā] dalam bahasa Sanskerta yang berarti dahaga atau hasrat.Kata tersebut diturunkan melalui bahasa Jawa Kuna mengingat bahasa ini sangat dipengaruhi oleh bahasa Sanskerta. Nama Trisno,-trisno, atau-trisna juga berakar dari kata yang sama, contohnya Try Sutrisno, mantan hmpGe. Banyak yang belum tahu berapa macam pupuh yang ada di Bali. Bahkan pertanyaan tentang "pupuh Bali ada berapa?" tidak hanya berasal dari orang-orang yang baru belajar pupuh tapi juga bisa berasal dari mereka yang sudah malang melintang di dunia kesusastraan Bali mengarah kepada berapa jumlah pupuh yang ada di Bali, sebaiknya kita ketahui dulu apa itu merupakan salah satu jenis kesusastraan Bali Geguritan yang diciptakan oleh para penyair sebagai media ceramah tutur. Isi dari ceramah-ceramah ini tidak jauh dari segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan manusia. Seperti hubungan manusia dengan tuhan, manusia dengan alam dan manusia dengan sesama yang biasa disebut Tri Hita Karana dalam ajaran agama memiliki aturannya sendiri dimana setiap kali diciptakan pupuh harus senada dengan kaidah mantra yang disebut dengan merupakan aturan suku kata disetiap baris lirik. Sebagai contoh "Eda ngaden awak bisa" merupakan salah baris lirik dari pupuh Ginada. Lirik tersebut jika kita jabarkan per suku kata maka akan menjadi "E-da-Nga-den-a-wak-bi-sa" yang kalau ditotal memiliki 8 delapan suku kata dan diakhiri oleh huruf vokal "a" sehingga baris ini ditulis merupakan syarat baris pertama Padalingsa untuk pupuh Ginada. Jika ditulis secara utuh, pupuh Ginada yang terdiri dari 7 tujuh baris memiliki Padalingsa seperti dibawah ini 8a, 8i, 8a, 8u, 8a, 4i, 8aSehingga ketika seseorang ingin mengarang pupuh Ginada, wajib hukumnya lirik yang ditulis harus sesuai dengan Padalingsa seninya dimana biasanya lagu-lagu modern hingga lagu-lagu klasik mengutamakan keragaman nada do re mi fa sol la si do, Pupuh justru mengutamakan lirik. Bagaimanapun isi liriknya, nadanya akan tetap sama karena memang tujuan dari Pupuh adalah untuk memberikan ceramah Tutur.Namun perlu diingat, walaupun nada dasar dari setiap pupuh hampir sama namun terkadang muncul sedikit modifikasi tergantung dari siapa yang menyanyikan pupuh tersebut. Tentu saja tidak boleh lepas dari pakem yang sudah BALI ADA BERAPAUntuk saat ini, pupuh di Bali ada 10 jenis namun beberapa dari jenis pupuh ini memiliki turunannya seperti pupuh Sinom dengan turunannya pupuh Sinom Keraton, pupuh Sinom Silir, pupuh Sinom Siwagati dan lain pada dasarnya turunan-turunan pupuh ini berasal dari 10 Pupuh utama yang saat ini populer di ini adalah contoh pupuh yang paling populer di Bali beserta contohnya PUPUH GINADAEda ngaden awak bisa, 8aDepang anake ngadanin, 8iGeginane buka nyampat, 8aAnak sai tumbuh luhu, 8uIlang luhu buke katah, 8aYadin ririh, 4iLiu enu paplajahan 8aPUPUH GINANTISaking tuhu manah guru, 8uMituturin cening jani, 8iKaweruhe lwir senjata, 8aNe dadi prabotang sai, 8iKaanggen ngaruruh merta, 8aSaenun ceninge urip. 8iPUPUH PANGKURNgungsi kantor sekolahan, 8aJek macelup sang kalih ngungkab topi, 11iNunas lugra ring tuan guru, 8uTuan guru meanggukan, 8aTur ngandika uli dije cai bagus, 12uNyen cai makadua? 8aAngob bapa mangiwasin. 8iPUPUH MASKUMAMBANGMaskumambang, 4aKumambang anggon ngastuti, 8iRing bukpadan Ida, 6aIda Sang Hyang Waguswari, 8iMapinunas karahaywan. 8aPUPUH PUCUNGBibi anu, 4uLamun payu luas manjus, 8uAntenge tekekang, 6aYatnain ngaba masui, 8iTiuk puntul, 4uBawang anggon sasikepan. 8aPUPUH SINOMSane mangkin kahaturang, 8aIndik panca yadnya yukti, 8iPanca maarti lelima, 8aYadnya korban sane suci, 8iMaring dewa pitra rsi, 8iManusa lan bhuta mungguh, 8uNgiring mangkin laksanayang, 8aSaking manah ne sujati, 8iMangda patut,4uSane mangkin kapilahang. 8aPUPUH DURMAAda anak kewala ngulurin awak, 12aKatlebane ring rah daging, 7iTan inget maturan, 6aMaring Hyang Widhi Wasa, 5aNika corah kewastanin, 8iYan Sang purusa, 4aYadnya sesane kabukti. 7iPUPUH DANDANGSaksat ratu nuduk pitik bengil 11iMami lara 4aNyapat pitra ksasar 6aGela-gela ring kawahe 8eUrip titiang sampun lampus 8uKeto upaminya adi 8iManyadia mamarekan 8aNi Nyonyah raris masaur 8uMinab tan wenten utang tiang 8aMemarekan 4aRing beline kadi mangkin 8iSarat tuduhing batara 8aPUPUH MIJILDadong dauh, 4uNgelah siap putih, 6iBa metaluh reko, 6oMinab ada limolas taluhne, 10eNanging lacur ada nak nepukin, 10iAnak cerik-cerik, 6iKeliwat rusit ipun. 6uPUPUH SEMARANDANAMagantung ban bok akatih, 8iAngkihane yan upama, 8aKadi manyuwun gedahe, 8oMetatakan batu lumbang, 8aYan pelih magulikan, 8aTan urungan pacang labuh, 8uDekdek buyar tan tuptupan. 8a Daftar Isi Berbagai Contoh Puisi Bahasa Bali 1. Gaguritan Pianak Bendega 2. Bali 3. Mati Nguda 4. Galang Bulan 5. Suara Saking Setra - Puisi merupakan karya sastra yang berkembang di berbagai daerah di seluruh dunia dengan bahasanya masing-masing. Termasuk di Bali, terdapat puisi bahasa Bali yang berkembang sejak masa ini kita akan ulas contoh-contoh puisi bahasa Bali yang singkat dengan berbagai tema. Selain itu, akan kita ulas arti puisi dalam bahasa ini ada lima contoh puisi bahasa Bali yang dilansir dari buku Telaah Puisi Bali yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 1. Gaguritan Pianak BendegaBerikut ini puisi karya Arthanegara dari Sanggar Oleg Tamulilingan berjudul Gaguritan Pianak Bendega. Sesuai dengan judul, puisi ini bertema kehidupan masyarakat pesisir yang mencari nafkah sebagai bendega yang berarti pelaut atau mengajak pembaca untuk melihat sisi kehidupan masyarakat Indonesia. Seperti diketahui, Indonesia merupakan negara yang dua pertiganya terdiri dari menggambarkan bahwa laut menjadi sumber mata pencaharian masyarakat pesisir. Berbagai kesulitan pun mereka hadapi demi menghidupi Pianak BendegaYening wengi sampun medal rainane mangkinsang bendega raris ngrauhin peraun ipunmarerod mapinunas suecan widhinyelajah segara birungrereh tatedan anggen somah pianak ipuninggih punika karyan ipun sawai-waisaantukan ipun sayuakti ledangsaantukan ipun sayuakti nresnin jagat druenesang bendega medalmairingan puja rahayu somah pianak ipunipianak nyagjag raris matakenbapa, bapan tiangbapa lunga kija?asapunika karyan ipun sawai-waiasapunika karyan ipun sawa-waisang bendega sane mrerod ring segarane birukapantigang antuk ombake sane magulung-gulungtur panes surya sane tan sida-sidananging ipun tetep pagehsaantukan ipun sayuakti ledangsaantukan ipun sayuakti nresnin jagat drueneraris, yening surya sampun medal ring sisi kanginsang bendega budal makta suecan widhisomah ipun mataken ring manah ipuntur pianak ipun nyagjag liang matakenbapa, wenten rejeki rainane mangkin?ArtinyaNyanyian Seorang Anak Pelautketika malam telah menjelangpara nelayan pun menghampiri perahu-perahu merekaberiring-iringan mengharap anugerah Tuhanmenjelajah laut birumencari makan untuk anak istri merekaya, demikian kerja mereka sehari-harikarena mereka benar-benar merasa senangkarena mereka benar-benar mencintai tanah sang pelautdiiringi puja sejahtera dari anak istri merekasi anak mendekat dan bertanyabapa, bapakubapa pergi kemana ?begitulah pekerjaan mereka sehari-haribegitulah pekerjaan mereka sehari-harisang nelayan yang beriring di laut birudibanting oleh ombak yang bergulung-gulungdan terik matahari yang tak terhinggatetapi mereka tetap tawakalkarena mereka benar-benar merasa senangkarena mereka benar-benar mencintai tanah airnyalalu, kalau matahari telah muncul di ufuk timursang nelayan pun pulang membawa anugerah Tuhananak istri mereka bertanya dalam hatidan anak-anak mereka selalu gembira menyongsong dan bertanya- bapa, adakah anugerah Tuhan hari ini ?2. BaliBerikut ini puisi berjudul Bali karya Ngurah Yupa berjudul Bali. Dalam puisi ini, Yupa ingin menggambarkan suasana Pulau Dewata. Dia sekaligus ingin mengajak umat Hindu Bali untuk terus mempertahankan nilai budaya adiluhung yang dikhawatirkan akan luntur tergerus era solah Ian wirama driki masikianidup kaidupang antuk dasar manah sucisuara bajra ida pedanda malarapang weda-wedajuru kidung matimpuh ngidungang wargasarisekadi mayunan ring muncuk-muncuk penjoremagejeran ring oncer canang sarilebur masikian tur dahating ngulanguninsajroning manahbuin pidan tiang liangapang liang dinidi tengah-tengah oleg tamulilinganngiring mangkin sikiang raganenyegjegang warisan leluhur samimabalik sumpah ring manah soang-soanganggen senjata dahating saktipacang warisin oka-putune ungkuranseni budaya kasucian leluhur wantah katujubuin pidan tiang sebetapang sebet dinikatembangin pupuh semarandanaWentenke,bacikan ring hidup pasuka-dukanselunglung sabajantakangulangunin suaran suling pangangonbajang-bajang nembang ngalih saangsemar pegulingan di jaba purawentenke ?buin pidan tiang matiapang mati dinikaanterang kakawin prihantemen.ArtinyaGamelan, tari dan irama menyatu di sinihidup dan dihidupkan oleh dasar hati yang sucisuara genta pendeta mengiringi weda-wedatukang tembang bersimpuh melagukan wargasariseperti berayun di puncak-puncak penjorbergetar di ujung canang sarilebur menyatu dan sangat mengharukandalam hatijika kelak aku senangbiarlah senang di sinidi tengah-tengah gemulainya oleg tamulilinganmari sekarang satukan dirimempertahankan warisan leluhur kitabersumpahlah di hati masing-masinggunakan senjata yang paling ampubuntuk diwariskan kepada anak cucuseni budaya yang bernilai luburlah kita tujujika kelak aku bersedihbiarlah bersedih di sinidiiringi sendunya pupuh semarandanaadakah,lebih baik dari hidup bersuka-dukasehidup sematimengiba seruling gembaladara-dara berlagu mencari kayu apisemar pegulingan di luar puraadakah ?jika kelak aku matibiarlah mati di sinidihantar kekawin prihantemen3. Mati NgudaBerikut ini puisi berjudul Mati Nguda karya Putu Sedana. Karya sastra ini bertema kepahlawanan yang menggambarkan perjuangan di zaman menceritakan kisah pahlawan muda yang gagah berani untuk maju ke medan perang. Akan tetapi pahlawan muda itu harus mati dengan keadaan tersungkur seakan kembali ke tanah ibu Ngudamadiane magantung senjata lanangsirahe matekes bendera, gelahbarak-barak karsane maules kenyungputih-putih karsane parigkung katerebak tan sawetaramatatah mirah paranganngrobok duin uripmirib mapinunas jelap lekad apang maan buka ketosambilanga sing nawang nyen nunden muah ngajinininget sukune pancer gumisukane aketi mabakti ken pertiwitakut suarane sing katimpalanmasuriak nyerit belanda musuh kaisuara barak suria barak laksana tidong gelahkentelan serbuk tanahidupe tungkulang suling tawahatmane sing dadi puunngawewehin suarane tandicadikmusuhe katon keleponlantas nerumbag pagelaran yudamasuriak nyerit belanda musuh kaikanti nepukin unduk buka magantung sanjata lanangsirahne matekes bendera gelahmarengin kenyitan apine kuning beringnyohsoh maserah angga marep pertiwimagrebiugtangkahe lambene maules kenyungputih-putih karsane tulus mulusambune sumirit ngebekin Ngudadi pinggangnya bergantung senjata jantankepalanya terikat bendera kitamerah-merah bibirnya berhias senyumputih-putih hatinya tulus mulustegal sungai tak terbilang diarungibertatahkan permata tanah gersangmenerjang duri kehidupanmungkin sengaja mengharap agar lahir memperoleh nasib yang demikiansambil tak tahu siapa yang menyuruh dan bertindak menghargaiteringat diri sebagai tonggak bumisejuta kegembiraan ingin berbakti pada pertiwitakut kejantanan tak tertandingiberteriak gempita Belanda musuh kitasuara memerah surya memerah laksana memerahdiri bukanlah milik pribadigumpalan serbuk tanahhidup terlena dalam tawar-menawarjiwa tak mampu terbakarmenambah kejantanan para pahlawanmusuh terjun dalam kancah perang4. Galang BulanBerikut ini puisi berjudul Galang Bulan karya Ketut Putru. Pada puisi ini, penyair ingin menyampaikan pesan kepada sesama untuk terus berbuat kebajikan. Putru menggunakan kata-kata yang memiliki makna khusus bagi masyarakat Bali, seperti bulan purnama, kembang gadung, dan nama-nama sasih atau bulan yang terdapat tradisi tertentu di dalamnya. Makna khusus ini akan terasa dalam jika dibaca oleh orang BulanSangkaning tulus-dulurkaduluran doning kaledangandangan makardingardi ayuning galang padapada ayu mulaning saratsarat kayunsarat baktibakti siniwi apan sasih mangawe giranggirang ipun i sekar gadunggadang daun nyane mangawengawe sukaning atiati suci pinda widikawiden-ning sinar bulannangkaning punika rarissuara rebab gambuh mangalupngalap kasor kengin mapiterangmiterang antuk galang bulangbulan purnamaning kapat?ArtinyaTerang BulanDari perasaan yang tulus mulusdisertai oleh keikhlasanuntuk berbuatberbuat baik setulusnyadunia kebajikan yang memang diutamakanutama dalam pikiranutama dalam pengabdianuntuk itulah pengabdian harus bulan membuat girangserialah mereka si kembang gadunghijau daunnya rimbunmembuat hati senanghati suci curahan Tuhandirahmati sinar bulansetelah itusuara rebab gambuh mendayu-dayusayup-sayup ingin mengabarkandisertai oleh sinar bulanbulan purnama yang cerah-ceria purnama bulan keempat atau Oktober5. Suara Saking SetraBerikut ini puisi karya Made Sanggara berjudul Suara Saking Setra. Dia ingin menggambarkan suasana religius spiritual dalam melontarkan idealisme moral. Hal ini terlihat mulai bait pertama. Sosok dalam puisi seakan-akan adalah orang yang sudah meninggal dan memberikan nasihat kepada orang yang masih Saking Setrahaaaaa ha ha, hahiiiiiii hi hi, hisuud ja, suud! entengang bayune!ah, suudmaplalianan aji apitonden ke mrasa limane puuningsun tan purnatan lila!yen gegumuk ingsunkasambehin kembang urangatahunHanging lali ring sesanapiwal ring swadharmahaaaaa... ha ha, hahiiiiiii... hi hi, hi .suud ja, suud! patutang raose!....... ah, suudmageburan marep ring anak mlalungtonden ke mrasa ragane lepeg belus!indaang tinggalin tingkahetolih tundunekenken? nah, ne janidabdabang tindakanesadereng gong macegur!haaaaa ha ha, hahiiiiiii hi .hi, hisuud ja, suud! tunggalang idepe!ArtinyaSuara dari Kuburhaaaa... ha ha, hahiiiiii... hi hi hihentikanlah, hentikan! tenangkan hati!ah, berhentilahbermain apibelumkah terasa tanganmu terbakaraku tak sempurnatiada gembira !jika nisankuditaburi aneka kembangsetiap tahuntapi lupa pada kewajibaningkar pada tugashaaaaa ha ha, hahiiiiiii hi hi, hihentikanlah, hentikan! benahi kata-katamu!ah, hentikanbermain dengan orang telanjangbelumkah terasa bahwa dirimu basah kuyup!coba tengok perilaku toleh punggungmubagaimana? nah, kinisebelum gong berbunyi!haaaa ha ha, hahiiiiii hi hi, hihentikanlah, hentikan ! benahi kata-katamu !Demikian tadi telah kita ulas lima contoh puisi bahasa Bali berbagai tema yang lengkap dengan arti dan maksudnya. Semoga puisi di atas bisa menjadi inspirasi buat kalian yang ingin menulis puisi bahasa Bali. Simak Video "Pesona Wisata Sumenep Pantai, Sejarah, dan Tradisi" [GambasVideo 20detik] bai/fds Sampurasun! Pupuh mijil merupakan salah satu dari 17 jenis pupuh Sunda. Ciri pupuh mijil dapat dilihat dari tema ceritanya yang berwatak sedih, sepi simpé, dan bingung. Seperti jenis pupuh lainnya, mijil juga terikat oleh patokan atau aturan. Patokan pupuh mijil adalah sebagai berikut. Tema cerita sedih, sepi, bingung. Jumlah baris dalam sapada terdiri atas 6 padalisan. Guru wilangan dan guru lagu pupuh mijil yaitu 10i, 6o, 10é, 10i, 6i, 6u. Baris ke-1 10 suku kata dengan bunyi ujung vokal i. Baris ke-2 6 suku kata dengan bunyi ujung vokal o. Baris ke-3 10 suku kata dengan bunyi ujung vokal é. Baris ke-4 10 suku kata dengan bunyi ujung vokal i. Baris ke-5 6 suku kata dengan bunyi ujung vokal i. Baris ke-6 6 suku kata dengan bunyi ujung vokal u. Contoh Pupuh Mijil dan Artinya Contoh 1 Mesat ngapung putra Sang Arimbi Jeung mega geus awor Beuki lila beuki luhur bae Larak-lirik ninggali ka bumi Milari sang rai Pangeran Bimanyu Artinya Melesat terbang putra Sang Arimbi dan sudah bercampur dengan awan semakin lama semakin tinggi saja melirik lirik melihat ke bumi mencari sang adik pangeran Bimanyu Contoh 2 Hidep hirup teh kudu beresih tong nepi ka poho dina beberesih kudu hade mun beresih hirup ge tarapti rapih mah geus pasti sehat oge tangtu Artinya Nak hidup itu harus bersih jangan sampai lupa dalam bersih-bersih harus bagus kalau bersih hidup juga tertib rapih itu sudah pasti sehat juga tentu Baca juga Patokan dan Contoh Pupuh Pangkur Sunda Demikianlah, semoga bermanfaat. PELAJARAN PUPUH KEYWORD apa itu pupuh, apa itu pada lingsa, berapa banyaknya pupuh di Bali, apa itu geguritan, apa itu macepat, napi nika pada lingsa, akude wenten pupuh sane ketah ring Bali, CONTENT Om Swastiastu, Pada artikel ini saya membagikan materi mengenai pupuh, lebih tepatnya jawaban dari pertanya-pertanyaan yang diajukan oleh kerabat saya mengenai pupuh. Pengertian pupuh, apa itu pupuh ? Pupuh adalah lagu atau tembang yang dikategorikan dalam sekar alit, pupuh juga dapat diartikan sebagai aturan dalam perpuisian kuno. Pupuh diikat dengan aturan pada lingsa, apa itu pada lingsa ? Pada lingsa adalah aturan yang digunakan dalam pembuatan ataupun pelantunan pupuh. Pada lingsa juga dapat diartikan sebagai banyanya suku kata setiap baris pada satu bait dan huruf vokal terakhir yang ditulis. Apa itu pada ? Napi sane kebaosang pada ? Pada adalah banyaknya bait dalam satu pupuh. Apa itu lingsa ? Napi sane kebaosang lingsa ? Lingsa adalah banyaknya baris dalam satu bait. Selain pada lingsa yang merupakan aturan dalam pembuatan ataupun pelantunan pupuh, pupuh juga diikat dengan aturan lainnya yaitu guru wilang dan guru dingdong. Apa itu guru wilang ? Guru wilang adalah aturan yang mengikat banyaknya baris pada setiap satu jenis pupuh dan banyaknya suku kata setiap barisnya. Apa itu guru dingdong ? Guru dingdong adalah aturan yang mengikat akhiran atau jatuhnya atau peletakan huruf vokal setiap akhir suku kata. Nah setelah tahu pengertian mengenai pupuh dan aturan-aturannya, maka sekarang kita akan membahas salah satu jenis pupuh yang ada di Bali, yaitu pupuh Maskumambang. Pupuh Maskumambang memiliki pada lingsa sejumlah 5 dengan pada lingsa 4A, 8I, 6A, 8I, 8A. Sebelumnya tahukah kamu berapa jumlah atau banyaknya pupuh di Bali ? Akude wenten pupuh sane ketah ring Bali ? Sepengetahuan saya jumlah pupuh di Bali ada 10 pupuh. Akude akeh baris apada pupuh Maskumambang ? Banyaknya baris dalam satu bait pada di pupuh Maskumambang yaitu 5 baris. Berikut adalah jenis-jenis pupuh yang saya ketahui Pupuh Dandang Gula dengan pada lingsa 10I, 10A, 8E, 7U, 9I, 7A, 6U, 8A, 12I, 7A Pupuh Durma pada lingsanya 12A, 8I, 6A, 8A, 8I, 5A, 7I Pupuh Ginada pada lingsanya 8A, 8I, 8A, 8U, 8A, 4I, 8A Pupuh Ginanti pada lingsanya 8U, 8I, 8A, 8I, 8A, 8I Pupuh Maskumambang pada lingsanya 4A, 8I, 6A, 8I, 8A Pupuh Mijil pada lingsanya 10I, 6O, 10E, 10I, 6I, 8U Pupuh Pangkur pada lingsanya 8A, 11I, 8U, 7A, 12U, 8A Pupuh Pucung pada lingsanya 4U, 8U, 6A, 8I, 4U, 8A Pupuh Semarandana pada lingsanya 8I, 8A, 8O, 8A, 8A, 8U, 8A Pupuh Sinom pada lingsanya 8A, 8I, 8A, 8I, 8I, 8U, 8A, 8I, 4U/A, 8A Lantas bagaimana cara menentukan pada lingsa pada pupuh ? Cara menentukan pada lingsa pada pupuh sangatlah gampang, pertama-tama kita hitung atau lebih tepatnya eja pengucapan setiap suku kata dalam satu baris atau lingsa dan huruf vokal terakhir yang menjadi pada lingsanya. Masih bingung dengan bagaimana cara menentukan pada lingsa ? Mari simak contoh-contoh pupuh berikut Pupuh Sinom pada lingsanya 8A, 8I, 8A, 8I, 8I, 8U, 8A, 8I, 4U/A, 8A " Saking titiang nunas lugra => 8A => sa-king ti-tiang nu-nas lu-gra Ring bhatarane ka siwi => 8I => ring bha-ta-ra-ne ka si-wi Mogi tan keni upadrawa => 8A => mo-gi tan ke-ni upa-dra-wa Milu ngiket sekar alit =>8I => mi-lu ngi-ket se-kar a-lit Wantah ipun uning nyarik => 8I => wan-tah i-pun u-ning nya-rik Bhima Swarga ngaran ipun => 8U => bhi-ma swar-ga nga-ran i-pun Duk bhima lunga ka swargan => 8A => duk bhi-ma lu-nga ka swar-gan Ngruruh atman biang aji => 8I => ngru-ruh at-man bi-ang a-ji Duk punika => 4A => duk pu-ni-ka Ida malingga ring kawah => 8A => i-da ma-ling-ga ring ka-wah " Pupuh Ginanti pada lingsanya 8U, 8I, 8A, 8I, 8A, 8I " Sue sampun ia macebur => 8U => su-e sam-pun ia ma-ce-bur Sang Bhima durung mawali => 8I => sang bhi-ma du-rung ma-wa-li Jejeh yening ida padem => 8A => je-jeh ye-ning i-da pa-dem Pandawa jaga mitutin => 8I => pan-da-wa ja-ga mi-tu-tin Sami sampun putus asa => 8A => sa-mi sam-pun pu-tus a-sa Jaga ngalih ring kawah geni => 8I => ja-ga nga-lih ring ka-wah ge-ni " Om Shanti, Shanti, Shanti, Om Pupuh Mijil terdiri dari 6 baris berpola rima i, o, e, i, i, uBaris pertama, 10iBaris kedua, 6oBaris ketiga, 10eBaris keempat, 10iBaris kelima, 6iBaris keenam, 6u Contoh Pupuh MijilMesat ngapung putra sang Arimbi,Jeung mega geus awor,Beuki lila beuki luhur bae,Larak lirik ningali ka bumi,Milari kang rai,Pangeran Bimanyu. Source

5 contoh pupuh mijil bahasa bali